Penilaian pelajaran Mandarin kali ini terasa berbeda dari biasanya. Kalau biasanya hanya berupa tugas atau ujian tertulis, kali ini guru kami membuat cara baru yang lebih seru dan menarik. Semua siswa diajak untuk mengikuti kegiatan praktik budaya Tiongkok secara langsung. Sebelum semua dimulai, seluruh siswa melakukan voting lewat Google Form untuk menentukan jenis penilaian apa yang akan kami lakukan. Dari hasil voting itu, kegiatan yang terpilih adalah pertandingan mahjong, yaitu salah satu permainan tradisional yang populer dari Tiongkok. Lalu, setiap kelas diwajibkan untuk membuat teknis, aturan permainan, side quest, dan ketentuan kolaborasi dengan mata pelajaran lain.
Selama 2 minggu saat pembelajaran Mandarin, kami diberi waktu latihan supaya bisa memahami cara bermainnya dengan baik sebelum hari penilaian dimulai. Selain lomba mahjong sebagai kegiatan utama, guru kami juga menambahkan side quest, yaitu memasak dan membuat stand makanan untuk dinilai oleh sepuluh guru di sekolah kami. Tiap kelas diundi untuk mendapatkan masakan dari daerah yang berbeda-beda. Namun, kelas kami mendapatkan daerah Shanxi dan kelas kami memutuskan untuk membuat 2 menu yaitu 五台山豆腐丸子 (Wutai Shan Tofu Balls) yaitu sejenis bola-bola tahu, dan 稷山麻花 (Jishan Mahua), sebuah makanan ringan berupa donat goreng.
Pertandingan mahjong ini dibagi menjadi beberapa babak. Babak pertama adalah penyisihan antar kelompok di dalam kelas. Setiap kelompok berusaha sebaik mungkin untuk membaca strategi lawan, mengatur ubin, dan menjaga fokus agar bisa menang. Suasananya tegang tapi juga menyenangkan karena semua anggota kelas benar-benar terlibat dan saling menyemangati. Setelah babak penyisihan selesai, pemenang dari setiap kelompok yaitu Kenzhiro, Claire, Michi, dan Keiko akan lanjut ke babak kedua untuk bertanding satu sama lain demi menentukan juara kelas.
Pada tanggal 23 September 2025, saat para pemenang tiap kelompok bertanding di babak kedua, para siswa yang lainnya mengikuti side quest bertema kuliner daerah Shanxi di daerah pohon cinta. Kami juga membuat stand makanan yang dihias dengan angpao, dan tulisan penjelasan singkat untuk menampilkan hasil masakan agar bisa dinilai oleh sepuluh guru yang menjadi juri. Semua orang saling bekerja sama dan berusaha menata stand seindah mungkin, dengan dekorasi dan penjelasan singkat tentang masakan yang dibuat.
Setelah pemenang di setiap kelas ditentukan, kegiatan berlanjut ke babak ketiga, yaitu pertandingan antar kelas. Babak ini dilaksanakan di kelas pada saat istirahat 1 dan 2. Beberapa hari kemudian, guru Mandarin kami memberikan urutan juara di mana setiap urutan memiliki nilai yang berbeda-beda.
Sebagai penutup, seluruh siswa diminta membuat video presentasi tentang mahjong dan side quest yang telah dilakukan. Dalam presentasi itu, kami menjelaskan sejarah, cara bermain, nilai budaya, fakta-fakta dan sebagainya. Selain itu, ada juga tugas opsional untuk kelas yang ingin menambah nilai, yaitu membuat vlog perkenalan sekolah. Dalam vlog ini, setiap siswa harus berbicara dalam bahasa Mandarin untuk memperkenalkan lingkungan sekolah.
Penilaian kali ini bukan sekadar ujian, melainkan perayaan budaya dan kebersamaan. Kami tidak hanya mendapatkan nilai, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana bahasa bisa menjadi jembatan untuk memahami dunia yang lebih luas.



Leave a Reply